Ustadz Sambo
Login
|
Pengantar Ketua Pembina
Belajar dari pengalaman Yayasan Hilal dalam pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Sukadamai-Bogor, khususnya kegiatan pelayanan kesehatan yang dikelola Balai Pengobatan Hilal, ternyata ada beberapa kasus dari pasien yang di satu sisi mereka tidak bisa diterima di rumah sakit karena penyakit yang sudah cukup akut dan dirumahpun mereka tidak dapat dirawat karena tidak ada tenaga ahli medis dari anggota keluarganya. Apabila kondisi ini menimpa pasien dari keluarga miskin yang serba kekurangan finansial tentu akan menjadi kesulitan yang sangat memberatkan. Pada orang-orang yang punyapun ternyata hal ini juga menjadi masalah yang sama dimana orang yang sakit sudah dirawat terlalu lama di rumah sakit sehingga secara medis disarankan untuk pulang tapi dirumahpun pasien tidak mungkin juga dirawat. Kecuali jika mereka mendatangkan perawat dan dokter ke rumah mereka tapi hal ini juga akan membutuhkan dana yang cukup besar dan cukup merepotkan anggota keluarga yang lain.
Pasien disamping membutuhkan perawatan medis tapi mereka juga butuh perawatan spiritual karena orang-orang dalam kondisi seperti ini berada pada titik kritis yang perlu pembinaan kerohanian untuk menghadapi kemungkinan yang lebih buruk (ketika diambil ajalnya oleh Allah SWT).
Dengan dilatarbelakangi hal tersebut diatas maka diharapkan Yayasan Hilal bisa berbuat hal yang lebih luas lagi untuk membina kelompok (pasien-pasien) ini, diantaranya: - Merawat orang yang sakit dari sisi medis - Membina mental spiritual (pembinaan kerohanian) - Menghasilkan perawat-perawat spiritual. Untuk itu maka program-program yang akan dijalankan berprinsip pada Holistic Healing (Pengobatan secara keseluruhan) adalah: 1) Layanan untuk dhu’afa: poli umum untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada kaum dhu’afa. Program ini merupakan program lanjutan dari Balai Pengobatan Hilal yang sudah berjalan selama 6 tahun. 2) Layanan Antara (Intermediate Home Care): memberikan pelayanan pengobatan kepada pasien yang tidak bisa dirawat di RS maupun di rumah. 3) Layanan pembinaan mental Spiritual: untuk mempersiapkan mental spiritual pasien dengan membawa pasien sholat ke masjid ketika masuk waktu sholat (bagi pasien yang memungkinkan), bagi pasien yang tidak memungkinkan sholat di masjid maka dibimbing untuk sholat di dalam ruang rawat. Diharapkan pasien dapat sembuh selain sehat secara medis juga siap mental spiritual. Sehingga apabila pasien tersebut “tidak sembuhpun” tetap akan berujung pada meninggal yang khusnul khotimah (akhir yang baik). 4)Pesantren darusyifa: yang menghasilkan pelayan spiritual atau ustad yang dapat melayani/mendampingi/membina khusus untuk orang-orang yang sakit.
Program yang direncanakan oleh Komplek Darusyifa ini merupakan program langka yang belum banyak dilaksanakan ditempat yang lain, untuk itu dukungan dari berbagai pihak baik pribadi, swasta maupun pemerintahan yang tidak mengikat baik bantuan yang berupa material, tenaga, pikiran maupun bantuan lainnya sangat diharapkan untuk merealisasikan program-program ini. Pada akhirnya program ini diharapakan dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat umum dan masyarakat dhu’afa pada khususnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pembangunan komplek darusyifa ini dan memberikan balasan yang berlipat ganda bagi pihak-pihak yang telah memberikan bantuan moril maupun materiil, amin. |
Kilas Berita
Hilal terima Kunjungan Kapus Pembiayaan & Jamkes
|
